ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilaksanakan di MTS Assa`adah Sukaraja Bogor, khususnya pada siswa/i kelas VII, VII dan IX. Dalam penelitian ini, fokus peneliti adalah pada remaja yang terpengaruh dukungan secara sosial emosional akibat perceraian orangtua. Penelitian ini menjelaskan bagaimana dukungan sosial memengaruhi kesehatan mental anak remaja di MTS. Assa`adah Sukaraja Bogor. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan observasi, wawancara dan literatur review. Subjek utama dari penelitian ini terdiri dari 4 orang partisipan dan dua orang informan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan validitas data menggunakan teknik triangulasi. Sementara itu, analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa remaja yang mengalami perceraian lebih rentan mengalami kesedihan, kecemasan bahkan depresi. Dukungan sosial dari teman, lingkungan sekolah dan keluarga terhadap remaja yang mengalami perceraian justru sangat berpengaruh dalam menjaga kesehatan mental remaja, di mana perhatian, kasih sayang, dan bantuan dari berbagai pihak sangat diperlukan selama masa transisi tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran keluarga dalam membentuk perilaku moral remaja di Kelurahan Sindang Rasa, Bogor Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif yang menguji hubungan antara peran keluarga dan perilaku moral remaja. Data dikumpulkan melalui angket yang diberikan kepada 53 responden berusia 13 hingga 18 tahun yang merupakan rentang usia remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran keluarga memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap pembentukan perilaku moral remaja. Pola pengasuhan yang baik, komunikasi yang efektif, dan pengawasan dari orang tua berkontribusi signifikan terhadap perkembangan moral remaja. Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa peran keluarga (X) berpengaruh positif terhadap perilaku moral remaja (Y), dengan koefisien regresi 0.679 yang berarti setiap peningkatan satu unit dalam peran keluarga akan meningkatkan perilaku moral remaja sebesar 0.679. Secara keseluruhan, peran keluarga menjelaskan 53,1% variasi dalam perilaku moral remaja yang menunjukkan bahwa meskipun faktor lain, seperti teman sebaya dan lingkungan sosial, juga berpengaruh, keluarga tetap menjadi faktor utama yang membentuk perilaku moral remaja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola interaksi sosial remaja, terutama melalui penggunaan media sosial yang semakin intensif. Fenomena ini memunculkan kekhawatiran terhadap meningkatnya nomophobia, yaitu ketakutan berlebihan saat tidak dapat mengakses ponsel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial terhadap tingkat nomophobia pada remaja SMA di Kota Bogor. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei, melibatkan 203 responden remaja SMA. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dan uji regresi non-parametrik (bootstrapping). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dan tingkat nomophobia. Temuan ini mengindikasikan perlunya literasi digital dan intervensi psikologis yang menekankan keseimbangan penggunaan teknologi pada remaja. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan studi psikologi remaja dan penggunaan media digital, serta menjadi dasar bagi penelitian lanjutan yang lebih mendalam.