Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi coping strategi pada perempuan dengan disabilitas (acquired disability) di Kota Semarang. Dalam penelitian ini, coping strategi dipahami sebagai upaya individu dalam mengelola tekanan psikologis, menyesuaikan diri terhadap perubahan kondisi fisik, serta mempertahankan kesejahteraan psikologis setelah mengalami disabilitas yang diperoleh. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tiga perempuan penyandang disabilitas yang mengalami disabilitas setelah usia remaja, serta observasi terhadap perilaku, kondisi emosional, dan interaksi sosial subjek di lingkungan tempat tinggal masing-masing, serta dokumentasi terkait pengalaman hidup dan proses penyesuaian diri subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek menggunakan berbagai bentuk coping strategi, seperti problem focused coping, emotion focused coping, dukungan sosial, serta religious coping dalam menghadapi perubahan kondisi fisik dan psikologis yang dialami. Hal ini memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan kemampuan penyesuaian diri, penerimaan diri, serta kesehatan mental subjek dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Selain itu, peran keluarga, lingkungan sosial, dan keyakinan religius menjadi faktor penting dalam membantu subjek menghadapi tekanan psikologis dan membangun kembali rasa percaya diri setelah mengalami disabilitas.