Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) terhadap efisiensi transaksi pada pelaku usaha mikro sektor makanan dan minuman (F&B) di ITC Cibinong, Bogor. Metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lima pemilik usaha F&B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan QRIS mampu mempercepat transaksi, meminimalkan penggunaan uang tunai, serta meningkatkan akurasi pencatatan keuangan. Namun, beberapa kendala seperti keterbatasan koneksi internet, perangkat yang kurang optimal, dan rendahnya literasi digital masih menjadi hambatan yang perlu diperhatikan. Penelitian ini menggunakan analisis fishbone untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah efisiensi. Hasil temuan memberikan implikasi bagi pelaku usaha, penyedia layanan, dan pemerintah agar dapat meningkatkan literasi digital serta infrastruktur yang mendukung pembayaran digital. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dan akademis dalam pengembangan sistem transaksi digital pada sektor UMKM lokal dan diperlukan dukungan infrastruktur dari penyedia layanan maupun pemerintah.